Langsung ke konten utama

DAY 1 , DPS - CGK - AUH - CDG

16 Februari 2015
hari ini kita berangkat ke Jakarta dengan Garuda jam 8 pagi, kenapa kita milih naik Garuda, karena kalo naik garuda ga harus pindah terminal lagi, secara bawaan kita banyak koper segede2 gaban
makanya demi kenyaman bersama ya lebih baik naik Garuda aja..

dan kenapa juga kita pilih berangkat pagi yang waktu tunggu di Bandara Jakarta jauhh lebih lama... 

sekita jam sepuluhan kita udah sampai Jakarta, ambil bagasi dan langsung cari tempat buat makan, yang padahal did alem pesawat udah di kasi sarapan, dan sebelum boarding pun udah beli coklat dan udah beli bread papa buat ganjel perut,, bayangpun itu perut apa apaaa yaaaa.. hahahahahahah

waktu berkumpul di tentukan pukul 14.00 jadilah masih ada sekitar 4 jam kita membunuh waktu dengan pindah2 tempat duduk dan diakhiri dengan makan siang di resto yang sudah di tentukan..
di resto itulah udah mulai cari-cari siapa aja nih yg kiranya bakal jadi keluarga baru kita selama perjalanan..

dan sampai waktu yang ditentukan untuk berkumpul, kita di minta berkumpul, berkenalan dan menyerahkan koper2 yang akan dimasukkna dalam Bagasi, karena ada 1 petugas yang bertanggung jawab untuk mengurusi bagasi kami.
kemudian kami di bagikan paspor kami, yang dari awal pengurusan visa sudah menjadi tanggung jawab dwidaya.

Tour Leader kami bernama Jonathan, cukup di panggil JO..

rombongan kami lumayan banyak cuma 17 orang.. hahaha
sedikit tapi yang penting kebersamaan kami.

saya sendiri bertiga, Andina, Mas Dimas, Om Boy,

ada keluarga Pak Ilham, BU Ema, dengan dua putra pitrinya. keluarga dokter dari bogor

ada keluarga ibu Amalia, Eyang, beserta dua putra putrinya juga

satu keluarga dari Solo bertiga

dan keluarga ibu Farida, Ami, dan adeknya.


setelah melewati imigrasi dan nunggu di dekat GATE

karena kami menggunakan Maskapai Timur Tengah, 
pesawat kami penuh dengan rombongan Jamaah Umroh, 

dari Jakarta menuju Abu Dhabi..
perjalanan menuju Abu Dhabi kita tempuh selama 8 jam..

kita sampai Abu Dhabi jam 22.30 waktu setempat
dan kita trasnit selama kurang lebih 3 jam, namun di tambah dengan delay.. 
jaland ari Gate kedatangan kita ssampe ketemu Gate keberangkatan kita itu cukup uouwww jauhnya.. hahahha
tapi happy juga mendarat dengan selamat di Abu Dhabi.. 
ini pertama kalinya naik pesawat dengan waktu tempuh yang lama, jadinya badan belum terbiasa.
peswat yang di pake dari Jakarta ke Abu Dhabi GUEDEEEE banget.. tempat duduknya 3-4-3 kebayang donk gedenya
hehehe

di dalem pesawat tetep Welfie.. 

welcome to Abu Dhabi Duty Free

bete gegara DELAY

setelah delay kurang lebih 2 jam kita lanjut perjalanan ke paris menggunakan pesawat yang lebih kecil, tempat duduknya 3-3-3

bedanya dengan peswat yang tadi yang ini isinya para Ekspatriat semua, mungkin banyak yang mau pulang ke Paris kali ya, ato yang liburan2 juga.

karena masih subuh kita di kasi snack dulu,  ada Apel dan roti kecil enak.. setelah itu kita tidur dehh.. dan beberapa jam kemudia bangun, waktu kebanyakan diisi dengan nonton film di pesawat. aku liat kartun aja, ada Rapunzel, dan yang lebih hebat lagi ada film Indonesia di dalemnya, Film Comic 8, tp karena udah nonton jadi males nonton lagi, 

setelah itu sarapan deh, aku makan Omlete. 

setelah 7 jam perjalanan kami sampai juga di Paris. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAPTIS ARKA

Baptis adalah syarat wajib seorang Katholik.. dimana baptis artinya dipermandikan dan menjadi bagian dari gereja Katholik.. aku dan suami Katholik itu sebabnya kami mempunyai tanggung jawab yang besar dan mendidik anak-anak kami dengan cara Katholik.. kami sebetulnya pun beum sempurna dalam menjalankan ajaran-ajaran agama kami.. tapi kami selalu mencoba mengajarkan dan memberi yang contoh yang baik anak kami.. Baptisan Arka di laksanakan di Solo, alasan memilih Solo karena keluarga besar kami ada di Solo dan pasti lebih kidmat ketika Sakramen Baptis Arka di hadiri oleh orang-orang yang menyanyanginya.. Arka dan Eyang Romonya Lebih berkesannya lagi, Romo yang akan membaptis Arka dalah Romo Ibnu Fajar Muhammad, MSF Romo yang senantiasa mengikuti hidupku, dari memberkati rumah dan kantor yang sekarang kami tempati di Denpasar ini, Upacara Siraman pernikahanku, Upacara Misa Midodareni sebelum pernikahanku, yang memberkati Air Upacara Mitoni aku hamil Arka, dan lebih lengkap la...

Wong Jowo ojo ilang/ngilangi JAWA ne (orang jawa jangan hilang/menghilangkan jawanya)

Bapak dari mama asli Klaten, ibu mama asli Karanganyar bapak dari papa asli Pedan besar di Laweyan, ibu papa asli Jagalan, Solo bapak mertua aku asli Tawangmangu, ibu mertuaku asli Wirengan, Baluwarti, Solo (aku jelasin gini semoga pada ngerti daerah-daerah itu) jadi kesimpulannya aku orang jawa tulen, suamipun jawa tulen.. aku dibesarkan oleh banyak ibu, seperti yang pernah aku kisahkan.. dan dari ibu-ibuku itu aku dibesarkan dengan falsafah dan aturan JAWA menurut aku, menguasai bahasa ibu adalah hal yang wajib, sebagai orang jawa aku harus bisa berbahasa jawa yang baik, dalam keseharianpun dirumah kami menggunakan bahasa jawa. aku diajarkan bagaimana jika  harus berbicara dengan orang lain, mama selalu bilang sama siapapun kita harus "boso"   boso artinya, aku harus berbahasa jawa halus dengan orang lain terlebih orang yang lebih tuwa, baik dia keluarga, kerabat, sampai penjual sayur di pasar dan tukang becakpun, harus kita hargai.. (aturan ini...

COOKING is My Passion

Sebagai seorang perempuan, wajar jika hobi memasak walaupun jaman sekarang laki-laki dan perempuan mempunyai derajat yang sama di dapur para Chef terkenalpun kebanyakan laki-laki dann adikku yang bernama Antonius Andika N Nusantara pun jauh-jauh menyebrang benua ke Australia menimba ilmu dalam hal Memasak.. ya dia Chef no 1 paling ganteng di dunia and im proud of HIM. anyway balik lagi ke dapur ibu andin dimana pak dimas sangat maklum dengan kebiasaan istrinya, kalo ga mau masak jangan di paksa masak, kalo udah masak jangan heran kalo menu yang di buat lebih dari 1. dari kecil emang hobi banget ama yang namanya masak eyang BUYUT ku, yang pernah aku ceritakan sebelumnya, eyang Mariam, yang lebih sering aku panggil Yuthi Jagalan, adalah tukang masak jagoan, bagaimana masakannya ga bakalan ada yang bsia ngalahin bahkan ga ada yang bsia menyamai, kalo beda tipis sih mungkin, dari mbah ti juga aku mengenal masak, setelah mbah ti aku dapat ajaran memasak dari nenekku...